Detail Inovasi Perguruan Tinggi


Tema: Conference on Communication and New Media Studies: Peran dan Kontribusi Kajian Komunikasi dalam Era Komunitas ASEAN
Judul: GLOKALISASI KARYA SENI BATIK INDONESIA SEBAGAI STRATEGI KOMUNIKASI MULTIKULTURAL DALAM ERA KOMUNITAS ASEAN
Perguruan Tinggi: Universitas Widyatama
Jenis/sdm: dosen/0419106303#0411057703

Tahun: 2015

Glokalisasi dimaknai sebagai munculnya bentuk interpretasi terhadap berbagai produk global (yang asalnya merupakan produk lokal) dalam konteks perilaku yang dilakukan oleh masyarakat dalam berbagai wilayah budaya. Interpretasi lokal masyarakat tersebut kemudian juga membuka kemungkinan adanya pergeseran makna atas nilai budaya, yang akan berdampak pula pada perspektif ekonomi. Keberadaan karya seni batik Indonesia dengan aneka ragam motif serta maknanya, diyakini telah menjadi salah satu karya budaya simbolik asal Indonesia yang menawan di mata pergaulan dan perdagangan internasional, termasuk dalam menghadapi era komunitas ASEAN yang akan diimplementasikan pada tahun 2015 ini. Tulisan ini disusun berdasarkan pada metodologi penelitian kualitatif, proses interaksi komunikasi yang mendalam, penelusuran berbagai literatur sebagai data sekunder, serta pendekatan induktif dalam pengungkapan fakta dan analisis data. Batik sebagai suatu karya seni asal Indonesia, tidak lahir dari kekosongan sosial. Batik di Indonesia merupakan salah satu bentuk praktik multikultural, semacam strategi untuk beradaptasi dengan perubahan latar sosial dan tantangan eksternal yang mempengaruhi kegiatan kreatif seni. Kreativitas industri batik sebenarnya sudah mulai tergambar dari semarak para pengrajin batik yang mulai menciptakan kreasi batik tak sebatas hanya sebagai bahan sandang, namun berupa produk kreatif yang dapat digunakan sehari-hari. Perlu strategi komunikasi multikultural yang kreatif dalam mempertahankan eksistensi batik Indonesia, dengan menggunakan konsep glokalisasi, yakni terkait strategi kreatif dalam berkarya dan strategi kreatif dalam komunikasi.