Detail Inovasi Perguruan Tinggi


Tema: Business Preneur
Judul: STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PIRING LIDI DIDESA CIBADAK KECAMATAN BANJARSARI KABUPATEN CIAMIS
Perguruan Tinggi: Universitas Pasundan
Jenis/sdm: dosen/0403106501

Tahun: 2019

Usaha piring  lidi merupakan produk yang berada dalam sentra  kawasan didesa Cibadak Kabupaten Ciamis. Saat ini dengan masuknya  investor (pemberi modal ), berdampak pada  harga piring  lidi mengalami fluktuatif dan pelaku usaha tidak bisa menetapkan harga secara mandiri , karena harga sudah ditetapkan investor ( Bandar ), selain itu   pemasaran produk terbatas. Juga di klaimnya produk piring  lidi sebagai produk daerah lain sehingga merugikan   pelaku usaha di sentra usaha piring  lidi . Tujuan dari penelitian : 1) Untuk mengetahui kondisi eksisting usaha piring lidi didesa Cibadak 2) Untuk mengetahui hambatan dalam pengembangan usaha 3) Untuk Menetapkan strategi pengembangan usaha piring  Lidi    di Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis.Urgensi penelitian adalah  Strategi pengembangan usaha piring lidi di desa Cibadak , Kabupaten Ciamis.
Jenis penelitian yang dilakukan adalah diskriptif dengan pendekatan kualitatif, Data yang diolah dalam penelitian ini adalah 1) Data Primer yaitu data yang diperoleh  di lapangan   serta wawancara mendalam  dengan pelaku usaha piring lidi dan Kepala Desa Cibadak. 2)  Data sekunder  yaitu  data yang diperoleh dari  kepustakaan dan dokumen terkait. Analisis data yang dilakukan : a)  Melakukan pengkajian data sekunder tentang strategi pengembangan usaha b) Menuangkan dalam deskripsi penelitian.c) Data primer yang diperoleh dari wawancara  lalu diklarifikasikan , diinterpretasikan dalam kerangka teori dan pandangan konseptual 4) Dianalisis sehingga bermakna dan 5) Dibuatlah kesimpulan.
Pembahasan dalam  penelitian adalah 1) Faktor Konsentrasi usaha, pelaku usaha piring lidi ada sekitar 65% selain  menjalankan usaha piring lidi mereka juga melakukan  pekerjaan  lainnya seperti buruh tani, dagang di pasar , dagang buka warung dirumah, karena  usaha piring lidi belum dapat diandalkan sebagai sumber pokok perekonomian para pelaku usaha 2) Keterbatasan pemasaran produk. Pada saat ini pemasaran produk piring lidi baru bisa dilakukan melalui para investor atau Bandar yang  berperan meminjamkan modal. Sehingga pelaku usaha tidak bisa menetapkan harga berdasarkan standar ketetapan harga, karena harga di tetapkan oleh Bandar. 3)Pengembangan Produk, walaupun sudah  dilakukan seperti membuat tempat buah, pigura poto, kap lampu  tetapi pemasarannya  kurang memuaskan. Hambatan yang dihadapi 1) Pelaku usaha belum ada alternative lain dalam permodalan 2) Keterbatasan armada sehingga pemasarannya diserahkan ke Bandar . Strategi yang diterapkan   bermitra dengan pihak yang bisa membantu pengembangan usaha dalam hal pengembangan usaha piring lidi maka pelaku usaha piring lidi bermitra dengan  aparat desa dalam hal ini Kepala desa Cibadak, melalui program yang telah di jalankan di Bumdes.