Detail Inovasi Perguruan Tinggi


Tema: Arsitektur
Judul: KAWASAN CIGONDEWAH TERKAIT SARANA PRASARANA LINGKUNGAN TERBANGUN SEBAGAI KAWASAN WISATA TEKSTIL DI KOTA BANDUNG
Perguruan Tinggi: Universitas Kebangsaan
Jenis/sdm: dosen/0421108802

Tahun: 2017

Abstrak
Kawasan Cigondewah pada awalnya merupakan kawasan agraris, dan kawasan ini mengalami
perkembangan kearah sentra perdagangan kain dan industri tekstil sejak tahun 1960-1976 yang
ditandai oleh usaha karung goni oleh masyarakat setempat. Kegiatan ekonomi berbasis home industri
ini memberikan kontribusi pendapatan bagi khususnya penduduk setempat, karena tenaga kerja
berasal dari sekitar kelurahan Cigondewah sendiri. Mulanya usaha karung goni ini dibeli dari pabrik
gula yang kemudian dipasarkan hingga Kawarang dan Banten. Pada tahun 1976 mengalami
kejenuhan, yang kemudian masyarakat setempat beralih dari usaha karung goni ke imbah industri
(karung plastik dan kain bekas). Pada awal 1997 kawasan cigondewah mampu berperan sebagai
sentra perdagangan kain. Sentra ini melayani pembeli-pembeli yang berasal dari Bandung dan
sekitasrnya. Bahan baku dari tekstil berasal dari pabrik yang ada di wilayah tersebut, namun sebagian
lagi berasal dari Jakarta melalui pelabuhan Tanjung Priok. Kawasan ini dalam RTRW Kota Bandung
adalah kawasan industri berwawasan lingkungan. Perkembangan kawasan ini memberikan potensi
yang luas terutama dalam pengembangannya sebagai sebuah kawasan yang memiliki produk
unggulan/spesialisasi dalam cakupan rencana pengembangan pariwisata Kota Bandung. Penelitian
ini merupakan studi penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, di mana
melalui pendekatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai fakta dan fenomena yang
terjadi dilapangan. Berdasarkan hasil analisis penelitian ditemukan potensi dan karakteristik kawasan
yang mendukung dalam pengembangan Kawasan Cigondewah sebagai Kawasan Wisata Tesktil di
Kota Bandung. Terkait dengan prasarana dan sarana lingkungan ditemukan permasalahan, antara
lain: ketersediaan sarana parkir dan jalur pedestrian yang kurang memadai, kondisi kawasan yang
belum tertata secara maksimal.
Kata-kata Kunci:
Lingkungan Terbangun, Perkembangan Kawasan