Detail Inovasi Perguruan Tinggi


Tema: Sastra Inggris
Judul: A Bad Teacher and The Best King In Elizabeth Hand's Anna In The King (Decontruction Approach Analysis)
Perguruan Tinggi: Universitas Kebangsaan
Jenis/sdm: dosen/0419098003

Tahun: 2016

Abstract
Deconstruction approach theory is a critical outlook concerned with the relationship between text and
meaning. It also as a strategy of rules for reading, interpretation, and writing. Deconstruction approach
considers that language hasn’t a definite meaning or certain. Deconstruction essentially is a way how to read a
text that subvert the notion (if it is only implicitly) that text has a foundation in the language system applicable
to affirm the structure, wholeness, and meaning that has been stabilized (Abrams, 1981: 38). Deconstructive
readings, in contrast, treated works of art not as the harmonious fusion of literal and figurative meanings, but
as instances of the intractable conflicts between meanings of different types. There is no idiom or linguistic
forms meaning certain and definite. Deconstruction approach attacked the assumption that these structures of
meaning were stable, universal, or a historical. This study was designed by using qualitative research model.
Anna and the King novel will be analyzed by means of deconstruction approach with the title of my study : A
Bad Teacher and the Best King In Elisabeth Hand’s Anna and the King. My study are deconstruction research
may consider by the multiple meanings of key words in a text, etymological relationships between words, and
even puns to show how the text speaks with different (and often conflicting) voices (Balkin 1990b; Balkin
1989). This analysis according to the deconstruction analysis although it has been asserted that poststructuralism (in this case deconstruction is not an applicable method). I am sure it is possible to apply some
basic deconstructive moves to Elisabeth Hand text, which seems especially receptive, given its overt
oppositions and emphasis on language
Key words: deconstruction approach theory, Anna and the King novel, qualitative research, post-structuralism.

Abstrak
Teori pendekatan dekonstruksi adalah pandangan kritis berkaitan dengan hubungan antara teks dan makna.
Hal ini juga dipergunakan sebagai strategi aturan untuk membaca, interpretasi, dan menulis. Dekonstruksi
menganggap bahwa bahasa memiliki arti yang tidak pasti atau tertentu. Pendekatan dekonstruksi pada
dasarnya adalah sebuah cara bagaimana membaca teks yang menumbangkan gagasan (jika secara implisit)
teks yang memiliki landasan dalam sistem bahasa yang berlaku untuk menegaskan struktur, keutuhan, dan
makna yang telah distabilkan (Abrams, 1981: 38). Pembacaan dekonstruktif bersifat sebaliknya,
memperlakukan karya seni bukan sebagai fusi harmonis makna literal, dan figuratif, akan tetapi sebagai
contoh dari konflik keras antara makna dari berbagai jenis. Tidak ada idiom atau bentuk linguistik yang
mempunyai arti tertentu dan pasti. Pendekatan dekonstruksi menpunyai asumsi bahwa struktur ini mempunyai
makna stabil, universal, atau historis. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan model penelitian kualitatif.
Novel
Anna In the King, akan dianalisis dengan judul tulisan saya, yaitu : A Bad Teacher and the Best King In
Elisabeth Hand’s Anna and the King
, menggunakan pendekatan dekonstruksi. Tulisan saya ini adalah sebuah penelitian dekonstruksi yang dapat mempertimbangkan beberapa arti dari kata-kata kunci dalam teks,
hubungan etimologis dengan kata-kata, bahkan permainan kata-kata untuk menunjukkan bagaimana teks
berbicara dengan suara yang berbeda (dan sering bertentangan). (Balkin 1990b; Balkin 1989). Analisis ini
adalah sebuah analisis dekonstruksi yang menegaskan bahwa pasca-strukturalisme (dalam hal ini
dekonstruksi bukanlah metode yang berlaku). Saya yakin sangat memungkinkan untuk menerapkan beberapa
gerakan dekonstruktif dasar untuk teks novel karangan
Elisabeth Hand, yang tampaknya reseptif, mengingat
oposisi dan penekanan terbuka terhadap bahasa.
Kata kunci : teori pendekatan dekonstruksi, novel
Anna in The King, penelitian kualitatif, pasca strukturalisme