Detail Inovasi Perguruan Tinggi


Tema: Karya Tulis Lainnya
Judul: Naskah Akademik Tentang Pengakuan Hak Ulayat Masyarakat Adat Kasepuhan
Perguruan Tinggi: Universitas Djuanda
Jenis/sdm: dosen/0019056701#0012046901

Tahun: 2019

Diterbitkannya SK Menteri Kehutanan Nomor 175/Kpts-II/2003 tentang perluasan Taman Nasional Gunung Halimun (TNGH), menjadi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) yang semula memiliki luas 40.000 hektar menjadi 113.357 hektar membawa dampak pada kehidupan masyarakat lokal yang tinggal dan hidup di dalam kawasan TNGHS. Perluasan kawasan TNGHS tersebut berimplikasi pada dinamika sosial, ekonomi, hukum maupun politik yang berpengaruh, langsung maupun tidak, terhadap nilai ekologi kawasan TNGHS (TNGHS, 2007). Masyarakat yang sudah lama terbiasa menggantungkan mata pencahariannya dari hutan tiba tiba tidak boleh memasuki kawasan tersebut. Secara hukum, status taman nasional ini membuat kawasan hutan tersebut harus steril dari aktivitas masyarakat. Masyarakat tidak lagi memiliki hak akses ke dalam kawasan. Masyarakat tidak boleh lagi menggarap di dalam kawasan konservasi. Sementara rumah dan lahan garapannya tiba-tiba menjadi ada di dalam kawasan. Kondisi ini membuat masyarakat tergerak untuk memperjuangkan hak ulayat adat atas kawasan tersebut.