Detail Inovasi Perguruan Tinggi


Tema: personal hygiene - kebidanan
Judul: HUBUNGAN PENEGTAHUAN REMAJA PUTRI TERHADAP PERSONAL HYGIENEN SAAT MENGALAMI KEPUTIHAN DI SMPN I BABELAN BEKASI
Perguruan Tinggi: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Prima Indonesia
Jenis/sdm: dosen/0309126002

Tahun: 2019

Pengetahuan dan informasi tentang kebersihan alat genetalia akan berdampak pula pada perilaku remaja putri dalam menjaga personal hygiene pada saat mengalami keputihan Namun, hal ini saja tidak cukup, karena motivasi merupakan kunci penting dalam pelaksanaan hygiene tersebut. Permasalahan yang sering terjadi adalah ketiadaan motivasi karena kurangnya pengetahuan. Menurut WHO sedangkan di Indonesia telah terdaftar pada tahun 2010 sebesar 4,60% - 12,5%. Di Indonesia pada tahun 2008 angka insiden mencapai 60-80% dan kematian sebesar 24% menyerang terutama usia 9-12 tahun. Pada anak kasus personal hygiene menempati tempat kedua (11%) setelah infeksi saluran nafas atas (ISPA). Berdasarkan hasil survei BKKBN Provinsi Jawa Barat menunjukkan bahwa 83% remaja tidak tahu tentang konsep kesehatan reproduksi yang ben. Untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan remaja wanita dengan personal hygine pada saat keputihan di SMPN 1 Babelan Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi yang dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VIII di SMPN 1 BABELAN. Jumlah sampel sebanyak 71 orang. Cara pengumpulan data menggunakan kuesioner sedangkan hasil penelitian pada analisa menggunakan Analisa univariat dan bivariate. Hasil penelitian didapatkan untuk tingkat pengetahuan remaja putri tentang personal hygiene saat keputihan paling banyak pada memiliki pengetahuan buruk yaitu sebanyak 23 responden (32,4 %), dan pengetahuan baik 48 responden (67,6 %). Dari penelitian didapatkan tingkat pengetahuan remaja tentang personal hygiene pada saat keputihan pada remaja siswi kelas VIII SMPN 1 BABELAN secara umum pengetahuan buruk 10 (14,1%). Personal hygiene remaja pada saat mengalami keputihan ya melakukan perawatan 36 responden ( 50,7% ) dan yangtidak melakukan 25 responden ( 49,3% ) .Hubungan pengetahuan terhadap personal hygiene pada saat mengalami keputihan dari 71 responden yang pengetahuan baik 48 responden ( 67,6% ) terdiri yang melakukan personal hygiene pada saat keputihan dengan penegtahuan baik sebanyak 26 responden (36,6) dibandingkan yang tidak melakukan personal hyegiene dengan penegtahuan buruk sebanyak 10 responden (14,1% ) dari ujia statistic didapatkan p Value > 0,556 lebih besar > 0,05 ,maka dapat dikatakan Tidak ada hubungan antara pengetahuan remaja terhadap personal hygiene pada saat mengalami keputihan Diharapkan guru-guru disekolah dan tim tenaga kesehatan bekerja sama dalam melakukan penyuluhan tentang kesehatan khususnya personal hygiene saat keputihan disekolah atau kalangan remaja.